Ateng Wahyudi (Cililin, Bandung, March 16, 1936) is the mayor of Bandung, Central Java, Indonesia. Nickname: Kota Kembang (City of Flowers) Motto: Bermartabat (dignity) Location of Bandung in Indonesia Coordinates: Province West Java Country Indonesia Government - Mayor Dada Rosada Area - City 167. ... March 16 is the 75th day of the year (76th in leap years) in the Gregorian calendar. ... 1936 (MCMXXXVI) was a leap year starting on Wednesday (link will take you to calendar). ... Nickname: Kota Kembang (City of Flowers) Motto: Bermartabat (dignity) Location of Bandung in Indonesia Coordinates: Province West Java Country Indonesia Government - Mayor Dada Rosada Area - City 167. ... Central Java (Indonesian: Jawa Tengah) is a province of Indonesia. ...
A popular mayor with his subjects due to his similar name to a popular Indonesian actor at the time, the shorty Ateng. This article does not cite any references or sources. ...
This Persib (Bandung soccer club) manager initiated the sister city of Bandung with Brunswick. Nickname: Kota Kembang (City of Flowers) Motto: Bermartabat (dignity) Location of Bandung in Indonesia Coordinates: Province West Java Country Indonesia Government - Mayor Dada Rosada Area - City 167. ... Braunschweig may also refer to the administrative region of Germany. ...
External link
(Indonesian) Ateng Wahyudi: Bapak Sepakbola Bandung - an article from Persib Bandung fansite
Persib kini telah jauh berubah, dilihat dari segi apa pun," kata Ateng, yang membawa Persib juara Perserikatan 1990 itu.
Namun, Ateng menganggap ada korelasi antara penurunan prestasi Persib akhir-akhir ini.
Ateng menegaskan bahwa siapa pun yang membawa Persib ke ajang kehancuran seperti saat ini, sudah selayaknya dimintai pertanggungjawabannya oleh urang Bandung.
Dilihat dari segi apa pun baik pemain, cara bermain ataupun yang lainnya.
Ateng mengaku hanya bisa mengusap dada menyaksikan prestasi tim kesayangannya itu lambat laun semakin menurun dari semula tim yang disegani dan selalu menjadi barometer sepak bola nasional menjadi tim yang hanya dipandang sebelah mata oleh tim lainnya saat ini.
Hari-hari AtengWahyudi kini lebih banyak dihabiskan di rumah beserta keluarganya.