|
Sri Paku Alam VIII - Wikipedia, the free encyclopedia (171 words) |
 | Sri Paku Alam VIII (10 April 1910 - 11 September 1999) was the son of Sri Paku Alam VII and Gusti Bendara Raden Ayu Retno Poewoso. |
 | Paku Alam VIII was a major figure in the independence struggle. |
 | His contribution, together with that of Hamengkubuwono IX, led to Yogyakarta gaining status as a Special Region where the sultan and the prince serve respectively as governor and vice-governor for life. |
| UTAMA (750 words) |
 | Menurut rencana, jenazah almarhum Sri Paduka Paku Alam VIII akan di- makamkan di Makam Keluarga Pakualaman Astana Girigondo, Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, atau sekitar 43 km arah barat Yog- yakarta. |
 | Sri Sultan Hamengku Buwono X Jumat petang (11/9) di ruang tunggu ICU saat ditemui Bernas mengungkapkan, almarhum Paku Alam VIII adalah sosok seorang yang memiliki sifat kejuangan yang tinggi. |
 | "Biar pun beliau selalu menanyakan mengapa sampai berlarut-larut," kata Sultan yang bertemu terakhir dengan Paku Alam VIII ketika upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-53 17 Agustus lalu di Gedung Agung Yogyakarta. |